Selasa, 16 Desember 2014

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Kesehatan



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setiap orang baik individu, kelompok maupaun masyarakat, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan menjaga kesehatan dirinya sendiri  dari segala ancaman penyakit dan masalah kesehatan yang lain. Kemampuan  untuk memelihara dan melindungi kesehatan mereka sendiri disebut kemandirian atau self reliancen.
Dengan kata lain masyarakat yang berdaya sebagai hasil dari pemberdayaan masyarakat  adalah masyarakat  yang mandiri. Demikian juga individu atau kelompok yang berdaya,juga individu atau kelompok yang mandiri. Pemberdayaan masyrakat di bidang kesehatan merupakan sasaran utama promosi kesehatan. Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Di bidang kesehatan, Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan masyarakat dalam memelihara,dan meningkatkan kesehatan.
B.     Tujuan
1.      Tujuan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
2.      Tumbuhnya kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman akan kesehatan bagi individu, kelompok, atau masyarakat
3.      Timbulnya kemauan dan kehendak ialah sebagai bentuk lanjutan dari kesadaran dan pemahaman terhadap objek, dalam hal ini kesehatan
4.      Timbulnya kemampuan masyarakat di bidang kesehatan yang berarti masyarakat, baik secara individu maupun kelompok telah mampu mewujudkan kemauan atau niat kesehatan mereka dalam bentuk tindakan atau perilaku sehat


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Pengertian Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Memampukan masyarakat, “dari, oleh, dan untuk” masyarakat itu sendiri.
Tujuan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah :
1.      Tumbuhnya kesadaran, pengetahuan dan pemahaman akan kesehatan  bagi individu, kelompok atau masyarakat. Pengetahuan dan kesadaran tentang cara – cara memelihra dan meningkatkan kesehatan adalah awal dari keberdayaan kesehatan. Kesadaran dan pengetahuan merupakan tahap awal timbulnya kemampuan, karena kemampuan merupakan hasil proses belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses yang dimulai dengan adanya alih pengetahuan dari sumber belajar kepada subyek belajar. Oleh sebab itu masyarakat yang mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan juga melalui proses belajar kesehatan yang dimulai dengan diperolehnya informasi kesehatan. Dengan informasi kesehatan menimbulkan kesadaran akan kesehatan dan hasilnya adalah pengetahuan kesehatan.
2.      Timbulnya kemauan atau kehendak ialah sebagai bentuk lanjutan dari kesadaran dan pemahaman terhadap obyek, dalam hal ini kesehatan. Kemauan atau kehendak merupakan kecenderungan untuk melakukan suatu tindakan. Oleh sebab itu, teori lain kondisi semacam ini disebut sikap atau niat sebagai indikasi akan timbulnya suatu tindakan. Kemauan ini kemungkinan dapat dilanjutkan ke tindakan tetapi mungkin juga tidak atau berhenti pada kemauan saja. Berlanjut atau tidaknya kemauan menjadi tindakan sangat tergantung dari berbagai faktor. Faktor yang paling utama yang mendukung berlanjutnya kemauan adalah sarana atau prasarana untuk mendukung tindakan tersebut.
3.      Timbulnya kemampuan masyarakat di bidang kesehatan berarti masyarakat, baik seara individu maupun kelompok, telah mampu mewujudkan kemauan atau niat kesehatan mereka dalam bentuk tindakan atau perilaku sehat.
Kemampuan masyarakat dalam bidang kesehatan sesungguhnya mempunyai pengertian yang sangat luas. Masyarakat yang mampu atau masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan apabila
1.      Mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor – faktor yang mempengaruhi masalah – masalah kesehatan, terutama di lingkungan atau masyarakat setempat. Agar masyarakat mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor – faktor yang mempengaruhinya, masyarakat harus mempunyai pengetahuan kesehatan yang baik (health litarasi). Pengetahuan kesehatan dan faktor – faktor yang mempengaruhinya yang harus dimiliki oleh  masyarakat, sekurang – kurangnya sbb :
a.       Pengetahuan tentang penyakit.  
b.      Pengetahuan tentang gizi dan makanan, yang harus dikonsumsi agar tetap sehat sebagai faktor penentu kesehatan seseorang.  
c.       Perumahan sehat dan sanitasi dasar yang diperlukan untuk menunjang kesehatan keluarga atau masyarakat.  
d.      Pengetahuan tentang bahaya – bahaya merokok, dan zat – zat lain yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau kecanduan yakni narkoba.
2.      Mampu mengatasi masalah – masalah kesehatan mereka sendiri secara mandiri.
3.      Masyarakat mampu menggali potensi – potensi masyarakat setempat untuk mengatasi masalah kesehatan mereka.
4.      Mampu memelihara dan melindungi diri, baik individual, kelompok, atau masyarakat dari macam – macam ancaman kesehatan.
5.      Pengetahuan masyarakat akan kesehatan yang tinggi, masyarakat mampu memelihara dan melindunginya dari ancaman kesehatan, menganantisipasi dengan cara pencegahan.
6.      Mampu meningkatkan kesehatan, baik individual, kelompok, maupun masyarakat.
Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan :
1.      Menumbuhkembangkan potensi masyarakat.
Didalam masyarakat terdapat berbagai potensi yang dapat mendukung keberhasilan program – program kesehatan. Potensi dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi potensi sumber daya manusia dan potensi dalam bentuk sumber daya alam / kondisi geografis.
Tinggi rendahnya potensi sumber daya manusia disuatu komunitas lebih ditentukan oleh kualitas, bukan kuatitas sumber daya manusia. Sedangkan potensi sumber daya alam yang ada di suatu masyarakat adalah given. Bagaimanapun melimpahnya potensi sumber daya alam, apabila tidak didukung dengan potensi sumber daya manusia yang memadai, maka komunitas tersebut tetap akan tertinggal, karena tidak mampu mengelola sumber alam yang melimpah tersebut.
2.      Mengembangkan gotong royong masyarakat.
Potensi masyarakat yang ada tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa adanya gotong royong dari masyarakat itu sendiri. Peran petugas kesehatan atau provider dalam gotong royong masyarakat adalah memotivasi dan memfasilitasinya, melalui pendekatan pada para tokoh masyarakat sebagai penggerak kesehatan dalam masyarakatnya.
3.      Menggali kontribusi masyarakat.
Menggali dan mengembangkan potensi masing – masing anggota masyarakat agar dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan terhadap program atau kegiatan yang direncanakan bersama. Kontribusi masyarakat merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga, pemikiran atau ide, dana, bahan bangunan, dan fasilitas – fasilitas lain untuk menunjang usaha kesehatan 
4.      Menjalin kemitraan
Jalinan kerja antara berbagai sektor pembangunan, baik pemerintah, swasta dan lembaga swadaya masyarakat, serta individu dalam rangka untuk mencapai tujuan bersama yang disepakati. Membangun kemandirian atau pemberdayaan masyarakat, kemitraan adalah sangat penting peranannya.
5.      Desentralisasi             
Memberikan pada masyarakat lokal untuk mengembangkan potensi daerah atau wilayahnya
Dalam proses pemberdayaan hendaknya meliputi :
1.      Enabling (menciptakan suasana kondusif).
2.      Empowering (penguatan kapasitas dan kapabilitas masyarakt)
3.      Protecting (perlindungan dari ketidakadilan)
4.      Suporting (bimbingan dan dukungan)
5.      Foresting (memelihara kondisi yang kondusif tetap seimbang.
Strategi pokok :                  
1.       Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat
2.       Meningkatkan akes masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas
3.       Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan
4.       Meningkatkan pembiayaan kesehatan




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
masyarakat yang berdaya sebagai hasil dari pemberdayaan masyarakat  adalah masyarakat  yang mandiri. Kondisi masyarakat di sekitar daerah yang terkena musibah pasca bencana biasanya akan menjadi terkatung katung tidak jelas akibat memburuknya keaadaan pasca bencana., akibat kehilangan harta benda yang mereka miliki. sehinnga banyak diantara mereka  yang patah arah dalam menentukan hidup selanjutnya.
B.     Saran
Dalam mewujudkan kesehatan yang bisa meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat dibutuhkan kerja sama antara unsur – unsur yang meliputi pemerintah, petugas kesehatan dan masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, taraf kesehatan masyarakat bisa dipelihara atau bahkan ditingkatkan dengan baik.






DAFTAR PUSTAKA
  1. 1Adiningsih D. 1997. Riset Keperawatan Buku Ajar dan Latihan.Jakarta: EGC
  2.  Alimul, A.H. 2002, Pengantar pendidikan keperawatan. Sagung Seto: Jakarta
  3.  Effendy, N. 1995, Pengantar proses keperawatan. EGC: Jakarta
  4. Gaffar, L.O.J. 1999, Pengantar praktik keperawatan professional. EGC: Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar