BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Setiap orang baik individu, kelompok maupaun masyarakat, mempunyai
kewajiban dan tanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan menjaga kesehatan
dirinya sendiri dari segala ancaman penyakit dan masalah kesehatan yang
lain. Kemampuan untuk memelihara dan melindungi kesehatan mereka sendiri
disebut kemandirian atau self
reliancen.
Dengan kata lain masyarakat yang berdaya sebagai hasil dari pemberdayaan
masyarakat adalah masyarakat yang mandiri. Demikian juga individu
atau kelompok yang berdaya,juga individu atau kelompok yang mandiri.
Pemberdayaan masyrakat di bidang kesehatan merupakan sasaran utama promosi
kesehatan. Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi,
memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Di
bidang kesehatan, Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk
menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan masyarakat dalam memelihara,dan
meningkatkan kesehatan.
B.
Tujuan
1. Tujuan
Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan
2. Tumbuhnya
kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman akan kesehatan bagi individu, kelompok,
atau masyarakat
3. Timbulnya
kemauan dan kehendak ialah sebagai bentuk lanjutan dari kesadaran dan pemahaman
terhadap objek, dalam hal ini kesehatan
4. Timbulnya
kemampuan masyarakat di bidang kesehatan yang berarti masyarakat, baik secara
individu maupun kelompok telah mampu mewujudkan kemauan atau niat kesehatan
mereka dalam bentuk tindakan atau perilaku sehat
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pengertian Pemberdayaan masyarakat adalah
suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan
kesejahteraan mereka sendiri. Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah
upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran kemauan dan kemampuan dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Memampukan masyarakat, “dari, oleh, dan untuk” masyarakat itu sendiri.
Tujuan pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan adalah :
1. Tumbuhnya
kesadaran, pengetahuan dan pemahaman akan kesehatan bagi individu,
kelompok atau masyarakat. Pengetahuan dan kesadaran tentang cara – cara
memelihra dan meningkatkan kesehatan adalah awal dari keberdayaan kesehatan.
Kesadaran dan pengetahuan merupakan tahap awal timbulnya kemampuan, karena
kemampuan merupakan hasil proses belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu
proses yang dimulai dengan adanya alih pengetahuan dari sumber belajar kepada
subyek belajar. Oleh sebab itu masyarakat yang mampu memelihara dan
meningkatkan kesehatan juga melalui proses belajar kesehatan yang dimulai
dengan diperolehnya informasi kesehatan. Dengan informasi kesehatan menimbulkan
kesadaran akan kesehatan dan hasilnya adalah pengetahuan kesehatan.
2. Timbulnya
kemauan atau kehendak ialah sebagai bentuk lanjutan dari kesadaran dan
pemahaman terhadap obyek, dalam hal ini kesehatan. Kemauan atau kehendak
merupakan kecenderungan untuk melakukan suatu tindakan. Oleh sebab itu, teori
lain kondisi semacam ini disebut sikap atau niat sebagai indikasi akan
timbulnya suatu tindakan. Kemauan ini kemungkinan dapat dilanjutkan ke tindakan
tetapi mungkin juga tidak atau berhenti pada kemauan saja. Berlanjut atau
tidaknya kemauan menjadi tindakan sangat tergantung dari berbagai faktor.
Faktor yang paling utama yang mendukung berlanjutnya kemauan adalah sarana atau
prasarana untuk mendukung tindakan tersebut.
3. Timbulnya
kemampuan masyarakat di bidang kesehatan berarti masyarakat, baik seara
individu maupun kelompok, telah mampu mewujudkan kemauan atau niat kesehatan
mereka dalam bentuk tindakan atau perilaku sehat.
Kemampuan
masyarakat dalam bidang kesehatan sesungguhnya mempunyai pengertian yang sangat luas.
Masyarakat yang mampu atau masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan apabila
1. Mampu
mengenali masalah kesehatan dan faktor – faktor yang mempengaruhi masalah –
masalah kesehatan, terutama di lingkungan atau masyarakat setempat. Agar
masyarakat mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor – faktor yang
mempengaruhinya, masyarakat harus mempunyai pengetahuan kesehatan yang baik
(health litarasi). Pengetahuan kesehatan dan faktor – faktor yang
mempengaruhinya yang harus dimiliki oleh masyarakat, sekurang – kurangnya
sbb :
a.
Pengetahuan tentang penyakit.
b.
Pengetahuan tentang gizi dan makanan, yang harus dikonsumsi agar tetap sehat sebagai
faktor penentu kesehatan seseorang.
c.
Perumahan sehat dan sanitasi
dasar yang
diperlukan untuk menunjang kesehatan keluarga atau masyarakat.
d.
Pengetahuan tentang bahaya – bahaya merokok, dan zat – zat lain yang dapat
menimbulkan gangguan kesehatan atau kecanduan yakni narkoba.
2. Mampu
mengatasi masalah – masalah kesehatan mereka sendiri secara mandiri.
3. Masyarakat
mampu menggali potensi – potensi masyarakat setempat untuk mengatasi masalah
kesehatan mereka.
4. Mampu
memelihara dan melindungi diri, baik individual, kelompok, atau masyarakat dari
macam – macam ancaman kesehatan.
5. Pengetahuan
masyarakat akan kesehatan yang tinggi, masyarakat mampu memelihara dan
melindunginya dari ancaman kesehatan, menganantisipasi dengan cara pencegahan.
6. Mampu
meningkatkan kesehatan, baik individual, kelompok, maupun masyarakat.
Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dibidang
kesehatan :
1.
Menumbuhkembangkan potensi masyarakat.
Didalam masyarakat terdapat berbagai
potensi yang dapat mendukung keberhasilan program – program kesehatan. Potensi
dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi potensi sumber daya manusia dan potensi dalam bentuk sumber daya alam / kondisi geografis.
Tinggi rendahnya potensi sumber daya
manusia disuatu komunitas lebih ditentukan oleh kualitas, bukan kuatitas sumber
daya manusia. Sedangkan potensi sumber daya alam yang ada di suatu masyarakat
adalah given. Bagaimanapun
melimpahnya potensi sumber daya alam, apabila tidak didukung dengan potensi
sumber daya manusia yang memadai, maka komunitas tersebut tetap akan
tertinggal, karena tidak mampu mengelola sumber alam yang melimpah tersebut.
2.
Mengembangkan gotong royong masyarakat.
Potensi masyarakat yang ada tidak
akan tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa adanya gotong royong dari
masyarakat itu sendiri. Peran petugas kesehatan atau provider dalam gotong
royong masyarakat adalah memotivasi dan memfasilitasinya, melalui pendekatan
pada para tokoh masyarakat sebagai penggerak kesehatan dalam masyarakatnya.
3.
Menggali kontribusi masyarakat.
Menggali dan mengembangkan potensi
masing – masing anggota masyarakat agar dapat berkontribusi sesuai dengan
kemampuan terhadap program atau kegiatan yang direncanakan bersama. Kontribusi
masyarakat merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga,
pemikiran atau ide, dana, bahan bangunan, dan fasilitas – fasilitas lain untuk
menunjang usaha kesehatan
4.
Menjalin kemitraan
Jalinan kerja antara berbagai sektor
pembangunan, baik pemerintah, swasta dan lembaga swadaya masyarakat, serta
individu dalam rangka untuk mencapai tujuan bersama yang disepakati. Membangun
kemandirian atau pemberdayaan masyarakat, kemitraan adalah sangat penting
peranannya.
5. Desentralisasi
Memberikan pada masyarakat lokal untuk mengembangkan potensi daerah atau
wilayahnya
Dalam proses pemberdayaan hendaknya meliputi :
1. Enabling
(menciptakan suasana kondusif).
2. Empowering
(penguatan kapasitas dan kapabilitas masyarakt)
3. Protecting
(perlindungan dari ketidakadilan)
4. Suporting
(bimbingan dan dukungan)
5. Foresting
(memelihara kondisi yang kondusif tetap seimbang.
Strategi pokok :
1.
Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup
sehat
2.
Meningkatkan akes masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang berkualitas
3.
Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan
informasi kesehatan
4.
Meningkatkan pembiayaan kesehatan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
masyarakat
yang berdaya sebagai hasil dari pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat
yang mandiri. Kondisi masyarakat di sekitar daerah yang terkena musibah pasca
bencana biasanya akan menjadi terkatung katung tidak jelas akibat memburuknya
keaadaan pasca bencana., akibat kehilangan harta benda yang mereka miliki.
sehinnga banyak diantara mereka yang patah arah dalam menentukan hidup
selanjutnya.
B. Saran
Dalam mewujudkan kesehatan yang bisa meningkatkan
dan memelihara kesehatan masyarakat dibutuhkan kerja sama antara unsur – unsur
yang meliputi pemerintah, petugas kesehatan dan masyarakat itu sendiri. Dengan
demikian, taraf kesehatan masyarakat bisa dipelihara atau bahkan ditingkatkan
dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
- 1Adiningsih D. 1997. Riset Keperawatan Buku Ajar dan Latihan.Jakarta: EGC
- Alimul, A.H. 2002, Pengantar pendidikan keperawatan. Sagung Seto: Jakarta
- Effendy, N. 1995, Pengantar proses keperawatan. EGC: Jakarta
- Gaffar, L.O.J. 1999, Pengantar praktik keperawatan professional. EGC: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar